►►► Mampir dulu ke blog ane gan ◄◄◄

Untuk membuat tulisan terbalik

Membuat Tulisan Terbalik

Tulisan Asli:

Tulisan Terbalik:
Powered by Finderonly ==================

Senin, 13 Desember 2010

Bencana alam banjir di Ibukota Jakarta

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nyalah saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Bencana alam banjir di Ibukota Jakarta” yang disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Ilmu sosial dasar.
Saya  mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini
Saya tahu masih banyak kekurangan ataupun kesalahan dalam penyusunannya. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun semangat saya harapkan agar saya bisa menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi saya dan pembaca semua.









Depok, Desember 2010


Penulis
 Luqman Nurrohim









Bab I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang Penulisan
Pada zaman modern seperti sekarang ini masyarakat sering tidak bersahabat dengan alam, seperti membuang sampah sembarangan yang bisa menyebabkan banjir, banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh airPeristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang tinggi, dan tersumbatnya saluran air karena sampah yang dibuang oleh masyarakat sekitar tempat terjadinya banjir.
Banjir merupakan permasalahan yang kompleks, yang harus segera ditangani agar akibat yang ditimbulkannnya tidak banyak merusak dan merugikan masyarakat sekitarnya, mengingat Jakarta merupakan Ibukota negara yang merupakan citra negara dan barometer ekonomi. Usaha-usaha untuk mencegah dan mengurangi akibat terjadinya banjir harus segera dilakukan.

1.2  Tujuan Penulisan
-          Untuk menyadari bahaya dari banjir
-          Untuk mengetahui pentingnya masalah membuang sampah
-          Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen

1.3  Batasan Masalah
Dalam makalah ini saya membatasi untuk penyebab banjir dijakarta, penyakit setelah banjir, dan pencegahan banjir.








Bab II
Pembahasan

2.1 Pengertian Banjir
      Banjir adalah bencana alam yang terjadi secara alami maupun oleh ulah manusia. Sekarang ini banjir sering terjadi disebabkan ulah manusia yang mulai tidak menghiraukan keseimbangan alam Banjir merupakan peristiwa tergenang dan terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat. Banjir juga dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat curah hujan yang tinggi, peluapan air sungai, atau pecahnya bendungan sungai.
2.2 Penyebab Terjadinya Banjir ?
• Curah hujan dalam jangka waktu panjang.
• Erosi tanah menyisakan batuan, hingga tidak ada resapan air.
• Buruknya penanganan sampah, hingga sumber saluran-saluran air tersumbat.
• Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi
• jalan / tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada.
• Bendungan dan saluran air rusak.
• Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
• Pembabatan hutan secara liar (Illegal logging).
• Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang, mengakibatkan banjir
• kiriman atau banjir bandang
2.3 Kenapa sering terjadi banjir di Jakarta?
            Banjir sering terjadi sebagian besar dikarenakan oleh tangan-tangan manusia juga, diantaranya karena banyaknya sampah yang dibuang sembarangan ke dalam saluran air (selokan) dan sungai yang menyebabkan selokan dan sungai menjadi dangkal sehingga aliran air terhambat dan menjadi tergenang. Yang kedua, dikarenakan tidak adanya saluran air di beberapa jalan raya, sehingga air yang tidak mengalir dan hanya menggenang dijalan lama kelamaan akan menghancurkan aspal jalan.
 Selain dua faktor sebelumnya, faktor lainnya karena tanah sudah tidak mampu menampung dan menyerap air lagi disebabkan ulah penebang-penebang pohon di hutan yang tidak menerapkan sistem reboisasi (penanaman pohon kembali) pada lahan yang gundul, sehingga daerah resapan air sudah sangat sedikit. Faktor alam lainnya adalah karena curah hujan yang tinggi sehingga tanah tidak mampu meresap air.


2.4 Bahaya banjir ?
 Di berbagai media cetak (koran) maupun media elektronik (TV, radio, internet) banyak diberitakan musibah banjir yang menimpa saudara kita diberbagai daerah Indonesia maupun diluar negara Indonesia. Banjir tersebut menghanyutkan dan menenggelamkan rumah, harta benda bahkan jiwa manusia. Banjir besar yang sering terjadi dengan tiba-tiba tersebut di sebut dengan banjir bandang.
2.5 Penyakit Pasca Banjir
Influenza
Penyakit ini paling sering muncul karena daya tahan tubuh lemah.  Penyebabnya virus yang menyerang saluran napas atas. Namun penyakit ini juga dapat menyerang  telinga bagian tengah, bahkan dapat sampai ke selaput otak, jika tidak diwaspadai dan ditanggulangi secara dini. Pilek yang terus menerus dapat berkembang menjadi sinusitis atau peradangan rongga hidung.
Penderita akan mengalami demam, mula-mula ringan, dapat berubah menjadi berat. Tergantung jumlah dan keganasan virus yang masuk ke dalam tubuh. Gejala awal diikuti dengan mengalirnya cairan encer dari lubang hidung.
”Nafsu makan penderita  influenza  biasanya berkurang. Tidur juga terganggu. Akibatnya, daya tahan tubuh semakin lemah dan membuat penyakit semakin parah,” imbuh Anies. Dia menambahkan sebenarnya tanpa pengobatan pun influenza dapat sembuh sendiri, dengan mengandalkan daya tahan tubuh yang kuat. Repotnya, pascabanjir biasanya daya tahan tubuh sangat lemah, karena lelah membersihkan sisa-sisa banjir, kurang tidur. makan tidak teratur dan sebagainya.
Di samping minum obat untuk mengurangi gejala demam dan batuk pilek dia menyarankan , daya tahan tubuh ditingkatkan dengan makan yang  teratur dan cukup istirahat. Makanan di samping cukup mengandung kalori dan protein, juga vitamin dan mineral.
Diare
Diare atau buang air besar berkali-kali, dengan konsistensi tinja yang lembek atau cair, sering terjadi pascabanjir. Diare yang terjadi lebih dari tiga kali dalam 12 jam dan encer, perlu diwaspadai gejala sesuatu penyakit. ”Apalagi jika disertai muntah, ini berbahaya dan harus segera diatasi, karena dikhawatirkan akan mengalami kekurangan cairan,” ujarnya.
Air banjir yang kotor juga dapat menimbulkan muntah berak (muntaber). Hal ini terjadi karena tubuh telah terinfeksi oleh kuman, yang masuk melalui saluran pencernaan. Penanggulangan sendiri untuk sementara dapat dilakukan. Misalnya pemberian oralit, obat untuk mengurangi demam maupun muntah dan sebagainya. Namun, untuk memberantas infeksinya perlu pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter.
Gatal-gatal
Penyakit ini sering diikuti timbulnya lepuhan-lepuhan bernanah (piodermi) disertai demam.  Ini pun disebabkan oleh infeksi kuman pada kulit. Dalam kondisi banjir, sulit menghindarkan diri dari sentuhan air banjir. ”Sentuhan air banjir pada kulit, dapat  berakibat iritasi, alergi, bahkan infeksi,” tuturnya.
Penggunaan bedak gatal atau salep untuk kulit dalam banyak kasus memang dapat membantu. Namun, dalam kasus tertentu, terutama bila telah terjadi infeksi,  konsultasi dan penanganan  oleh dokter sangat  diperlukan.
2.6 Upaya Pencegahan Penyakit

Berikut ini tips praktis mencegah timbulnya penyakit akibat banjir yang mudah dilakukan oleh masyarakat.
  • Air sumur dan air keran untuk sementara dapat dianggap telah tercemar dan sebaiknya tidak digunakan sebagai sumber air bersih. Sebaiknya menggunakan air bersih dari tempat lain yang tak kebanjiran atau air dalam kemasan.
  • Gunakan air yang telah dimasak atau air yang dikemas untuk mencuci tangan sebelum memasak atau menjamah makanan.
  • Makanan yang tersentuh oleh banjir tidak aman untuk dikonsumsi dan sebaiknya dibuang.
  • Hindari mengkonsumsi sayuran mentah, misalnya  untuk lalapan.
  • Penyimpanan makanan yang telah dimasak untuk jangka waktu lama sebaiknya dihindarkan.
  • Anak-anak sebaiknya tidak boleh bermain di genangan air, untuk mencegah risiko diare, gatal-gatal serta penyakit serius seperti leptospirosis.
  • Sewaktu berjalan di genangan air, pakailah sepatu boot atau yang bersol keras. Setelah itu, segera membersihkannya dengan menyabun dan mengguyur menggunakan air bersih.
  • Setelah tergenang air, lantai rumah harus dibersihkan dan disikat dengan menggunakan desinfektan.










BAB III
Penutup

3.1 Kesimpulan
• Jakarta sering terjadi banjir disebabkan letak Geografis Ibukota Jakarta yang lebih rendah yang dapat menyebabkan banjir. Pembangunan yang terlalu padat serta banyaknya kerusakan lingkungan dengan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan dan tidak adanya pohon-pohon yang dapat meresap air maka Ibukota Jakarta sering terjadi banjir.
• Usaha pemerintah untuk mencegah banjir. Seperti normalisasi sungai, pembangunan situ/waduk, pembangunan polder, penghijauan di puncak. Usaha pemerintah tidak akan efektif tanpa kerjasama dari masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan dan selalu membuang sampah pada tempatnya dan tidak menebang pohon secara liar agar kestabilan alam dan lingkungan dapat terjaga
• Banjir yang melanda Jakarta biasanya berdampak pada seluruh di kawasan yang tergenang banjir akan lumpuh. Jaringan telepon dan internet terganggu. Listrik di sejumlah kawasan yang terendam juga padam. Sehingga menyebabkan lampu lalu lintas padam dan kemacetan terjadi di banyak lokasi.
3.2 Saran
Jadi sebaiknya warga Jakarta melakukan hal-hal seperti dibawah ini :
  • Membuang sampah pada tempatnya, tidak disembarang tempat.
  • Bekerja bakti dalam waktu yang rutin, misalnya 1 bulan sekali untuk membersihkan selokan (got), kali maupun sungai di daerah sekitar kita.
  • Digalakkannya kembali Sistem Reboisasi, baik di hutan maupun daerah taman kota oleh pemerintah dan masyarakat.
  • Adanya penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya banjir dan hal-hal yang berkaitan dengan banjir.







DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar